Air yang Tak Berguna

       Malam ini waktunya untuk diam dan merenungkan manusia yang kusebut teman yang begitu kusayang. Sangat wajar, diri ini gundah karena tak pernah lagi bersenda bersama sahabat yang hilang entah kemana tepat 10 tahun silam. Hey teman, kalian teman terkampret yg pernah kutemui. Celotehanmu, muka duamu, bantahanmu, segalanyalah. Saat ini, saat yang kembali berulang. Kalian teman berkala yang akan segera habis kontraknya, entahlah selepas ini apakah kalian dan diri ini sepakat untuk melanjutkan kontraknya? Maafkan aku ini yang tak pernah bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab untuk kalian teman. Aku hanya bisa semampunya dan kalian tak perlu melihatnya. Lihatlah bagian burukku saja, jika itu bisa membuat kalian bahagia teman. Catatlah namaku di buku diarimu sebagai orang tersampah yang kalian temui, pemarah, keras, segalanyalah. Jangan menulis kebaikanku karena kalian teman tak akan pernah menemukannya. Hanyalah kepayahan pada ujungnya. Maaf, aku pemimpin yang sampah, menjauhlah, teman. See you on top!