Memori yang Tercecer

 (April 2016)
My Family
         Bahagia itu sederhana, bisa menikmati keindahan alam yang tiada tara ciptaan Sang Maha Raja Diraja di Bumi perkemahan Palutunga Kabupaten Kuningan lebih dari cukup menentramkan hati. Benang kusam tak beraturan, hitam begitu lah isi otak ini hahaha. Mungkin karena kurang piknik kali ya atau mungkin penat dengan segala macam ujian. Mungkin juga karena 2 minggu lagi UN SMA 2016 akan berlangsung. Kecarut-marutan ini menjadi bom psikis untuk diri yang ingin bebas berkelana. Ah sudah lah, yang penting hari ini lenyap sudah kepenatan yang kualami. Setidaknya untuk 2 minggu ke depan benang kusam itu tak terlalu mengganjal. Alhamdulillah, walaupun banyak kendala yang terjadi semuanya berjalan lancar. Cerita dikit yaa hehe.

       Motor vario hitam lengkap dengan dua spion yang baru kuganti siap meluncur ke tempat wisata Prabu Siliwangi. Tidak perlu bingung teman, tujuan utamanya sebenarnya ke tempat itu. Tapi karena salah jalur dengan kata lain kami tersesat dan parahnya kami baru menyadarinya setelah sampai di Cigugur, ah sial. Apa lah daya hamba tuhan yang lemah ini. Haha, ya sudah tujuan harus diganti karena sudah kadung jauh. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Bumi Perkemahan Palutungan alias Curug putri yang kebetulan tempatnya berada di Cigugur. Tempat itu tak begitu asing lagi bagiku karena sebelumnya sudah pernah main ke sana bersama teman tanpa sepengetahuan orang tua hehe. Tapi kali ini perjalanan ke palutungan sedikit berbeda. Hujan deras lengkap dengan petir disempurnakan kabut yang sangat tebal menjadi hambatan serius. Rasanya ingin menyerah setelah sampai di bukit yang hampir sampai ke curug. Benar saja sampai di sana kabut semakin tebal.
 "wes lah bali maneh wae ngeri" kata bulekku.
"Ah nanggung delo maneh tekan" kataku dengan nada memaksa.
Aroma horor khas menyelimuti perjalanan. Setelah sampai di curug, kelelahan lenyap begitu saja. Airnya menyejukan jiwa. Masyallah, indah sekali. Beberapa jepretan kamera ramai sana sini. Begitu juga diriku haha. Tak ingin melewatkan waktu yang mungkin tak akan pernah terulang. Aku tak melewatkan untuk membekukkan tiap momen yang terpandang mata. Setelah lelah menikmati indahnya curug dan alam sekitar serta pohon pinus yang menjulang tinggi. akhirnya kami memutuskan pulang. "TIDAAAKKK!" rasanya belum rela meninggalkan tempat itu. Tapi yasudahlah. Helm dan jok basah, sungguh ini menyebalkan sekali saat ingin pulang ke Cirebon. Sudahlah tak apa yang penting sampai dengan selamat haha. Bagi pembaca blog ini yang kepo seperti apa sih Palutungan. Silakan berkunjung. Nikmat. Alhamdulillah.